Mengajarkan Sportivitas Kepada Anak

Posted by Aisyah Team 07/08/2017 0 Comment(s)

 

Mengajarkan Bagaimana Anak Berkompetisi

 

Satu minggu berlalu semenjak memasuki Agustus, sebentar lagi akan ada perayaan tahunan untuk memperingati hari kemerdekaan Indonesia. Dan seperti kita ketahui, biasanya hari itu akan diisi dengan berbagai perlombaan yang diadakan di setiap tempat. Tidak terkecuali di sekolah anak Anda. Memang bukan lomba yang serius, semua dilaksanakan just for fun. Tetapi jangan lewatkan kesempatan ini untuk kembali menanamkan nilai moral yang bisa menambah value of life kepada anak Anda, salah satunya adalah tentang sprotivitas.

Berikut akan dijabarkan beberapa poin yang bisa Anda tanamkan kepada anak Anda untuk menjadikan si buah hati bisa lebih mengenal apa itu sikap sportif dalam kesehariannya.

 

Ada menang dan kalah

Beritahu anak Anda jika dalam semua perlombaan ada menang dan kalah. Saran dari Wendy Middlemiss, Ph.D, Profesor Psikologi Pendidikan di University of North Texas, AS, adalah kita tidak usah senang secara berlebihan ketika anak menjadi pemenang dan tidak menunjukan kekecewaan yang berlarut ketika anak kalah.

 

Kenalkan proses kepada anak Anda

Jelaskan kepada anak bahwa kemenangan adalah tujuan, tetapi kekalahan bukan akhir dari segalanya. Selalu dukung anak Anda apapun hasil dari kompetisi yang ia ikuti.

 

Dr. Sylvia Rimm, Ph.D, dari Family Achievement Clinic Educational Assessment Service, Inc., menyarankan agar Anda mengatakan, “Ayah dan Ibu senang karena kamu mau mencoba sebaik mungkin.” Ini akan membuat si kecil lebih bisa melupakan aura kompetisi dari kegiatannya dan lebih fokus untuk memberikan hasil terbaik dari yang ia bisa. Dengan begitu, sedikit demi sedikit si kecil akan mulai belajar bahwa tidak akan ada hasil tanpa proses. Ketika usaha yang dilakukannya sudah maksimal tetapi belum berhasil menjadi yang terbaik, ia akan lebih bersemangat untuk kembali melatih kemampuannya daripada merenungi kekalahannya.

 

Biarkan anak menikmati lomba

Jangan berikan anak Anda beban dengan memintanya selalu menang di semua kompetisi yang ia ikuti. Biarkan anak Anda menikmati keceriaan dalam kompetisi yang ia lakukan bersama teman-temannya.

 

Katakan saja kepada anak Anda “Just enjoy the game!”  Beritahu dia selama dia fokus untuk lomba yang sedang ia kerjakan, apapun hasil akhirnya itu adalah yang terbaik bagi Anda sebagai orang tuanya.

 

Jadilah contoh

Ini hal terpenting yang harus Anda ajarkan kepada anak Anda. Ketika semua pemahaman secara teori belum bisa sepenuhnya dimengerti oleh anak. Jadilah contoh untuknya, misal dengan Anda mengikuti perlombaan di lingkungan Anda dan tunjukan bahwa Anda selalu berusaha mengikuti kompetisi sebaik mungkin, menikmati segala proses kompetisinya dan menerima hasil akhir kompetisi dengan bijak dan lapang dada. Tidak menyombongkan kemenangan dan tidak meratapi kekalahan.

 

Karena mau bagaimanapun, contoh pertama untuk anak adalah orang tua nya. Semakin dia melihat sikap orang tua nya semakin besar chance untuk anak mengikuti apa yang orang tua nya tunjukan. Dan pada akhirnya, yang terpenting dari semua kompetisi adalah bukan mengalahkan lawan tanding, tetapi bagaimana anak Anda bisa berlatih untuk mengalahkan dirinya sendiri sebagai bentuk value of life yang sesungguhnya.

 

*Sumber foto: hubspot.net

Tags: Parenting

Leave a Comment